Benarkah kita benar-benar bersyukur


copy & paste dari group WA 

Puisi yang sangat sesuai sebagai peringatan buat kita yang hidup di zaman berleluasanya pessimism, seolah terputus sudah rahmat Allah sehingga tidak ada yang perlu disyukuri.

* Puisi terakhir WS Rendra di buat sesaat sebelum dia kembali kepangkuan Ilahi*

                               
Hidup itu saperti WAP,  yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!
Ketika Orang memuji MILIKKU,
aku berkata bahwa ini HANYA pinjaman saja.

Bahwa kenderaanku adalah pinjaman-NYA,
Bahwa rumahku adalah pinjaman-NYA,
Bahwa hartaku adalah pinjaman-NYA,
Bahwa putra-putriku hanyalah pinjaman-NYA ...

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,
MENGAPA DIA meminjamkan kepadaku?
UNTUK APA DIA meminjamkan semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan milikku,
apa yang seharusnya aku lakukan untuk pemilik-NYA ini?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika pinjaman itu diminta kembali oleh-NYA?

Malahan ketika diminta kembali,
kusebut itu MUSIBAH,
kusebut itu UJIAN,
kusebut itu PETAKA,
kusebut itu apa saja ...
Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah DERITA....

Ketika aku berdoa,
kuminta pinjaman yang sesuai dengan
KEPERLUAN DUNIAWI,
Aku ingin lebih banyak HARTA,
Aku ingin lebih banyak KENDERAAN,
Aku ingin lebih banyak RUMAH,
Aku ingin lebih banyak POPULARITI,

Dan kutolak SAKIT,
Kutolak KEMISKINAN,
Seolah semua DERITA adalah hukuman bagiku.

Seolah KEADILAN dan KASIH-NYA,
harus berjalan seperti penyelesaian matematika
dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,
Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku ...

Betapa curangnya aku,
Kuperlakukan DIA seolah Alat   Dagang ku
dan bukan sebagai Kekasih!

Kuminta DIA membalas perlakuan baikku
dan menolak keputusan-NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku ...

Padahal setiap hari kuucapkan,
*_Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU

Mulai hari ini,
ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur
dalam setiap keadaan
dan menjadi bijaksana,
mau menuruti kehendakMU saja ya ALLAH ...

Sebab aku yakin....
ENGKAU akan memberikan anugerah dalam hidupku ...
KEHENDAKMU  adalah yang ter BAIK bagiku ..

Ketika aku ingin hidup KAYA,
aku lupa,
bahwa HIDUP itu sendiri
adalah sebuah KEKAYAAN.

Ketika aku berat utk MEMBERI,
aku lupa,
bahwa SEMUA yang aku miliki
juga adalah PEMBERIAN.

Ketika aku ingin jadi yang TERKUAT,
....aku lupa,
bahwa dalam KELEMAHAN,
Tuhan memberikan aku KEKUATAN.

Ketika aku takut Rugi,
Aku lupa,
bahwa HIDUPKU adalah
sebuah KEBERUNTUNGAN,
kerana AnugerahNYA.

Ternyata hidup ini sangat indah, ketika kita selalu BERSYUKUR kepada NYA

Bukan karena hari ini INDAH kita BAHAGIA.
Tetapi karena kita BAHAGIA,
maka hari ini menjadi INDAH.

Bukan karena tak ada RINTANGAN kita menjadi OPTIMIS.
Tetapi karena kita optimis, RINTANGAN akan menjadi tak terasa.

Bukan karena MUDAH kita *YAKIN BOLEH *.
Tetapi karena kita *YAKIN BOLEH *.!
semuanya menjadi MUDAH.

Bukan karena semua BAIK kita TERSENYUM.
Tetapi karena kita TERSENYUM, maka semua menjadi BAIK,

Tak ada hari yang MENYULITKAN kita, kecuali kita SENDIRI yang membuat SULIT.

Bila kita tidak dapat menjadi jalan besar,
cukuplah menjadi JALAN SETAPAK
yang dapat dilalui orang,

Bila kita tidak dapat menjadi matahari,
cukuplah menjadi LILIN
yang dapat menerangi sekitar kita,

Bila kita tidak dapat berbuat sesuatu untuk seseorang,
maka BERDOALAH untuk kebaikan.

Di-Share karena ini sangat baik untuk pembelajaran kehidupan kita semua
Share on Google Plus

About Fuzy Hamid

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

10 komentar:

  1. wah berpuisi pagi ni ya. salam Jumaat. 😊

    ReplyDelete
  2. Kadang2 sebagai masunia Kita selalu terlupa. Terima kasih atas peringatan kak

    ReplyDelete
  3. Puisi yang penuh dengan makna dan isi tersirat. Pernah dengar tazkirah dari Ustazah Norhafizah Musa. Antara doa2 yang perlu kita selitkan sekali adalah ...pohonlah daripada ALLAH SWT supa kita ini sentiasa bersyukur walau dalam keadaan apa sekalipun.

    ReplyDelete
  4. Selamat hari jumaat sis... panjang puisi nya....

    ReplyDelete
  5. SALAMJUMAAT PUISI INDAH BRMKNA

    ReplyDelete
  6. Salam Jumaat kak. Indah dan penuh makna puisi tu. Semoga kita beroleh iktibar darinya.

    ReplyDelete
  7. betul tu.. kadang-kadang ada yang tak bersyukur dengan rezeki yang sedikit. kita terlalu alpa dengan keduniaan sehingga kita lupa apa yang kita dapat sebenarnya bukan milik kita. semuanya daripada Allah.

    ReplyDelete
  8. Terima kasih Kak Fuzy atas entri ini sebagai peringatan..
    Selalu bila bangun pagi, LZ akan terdetik dalam hati : "Adakah hari ini hari terakhir ku?" Kemudian segera berdoa semoga diberi peluang olehNya untuk meningkatkan amalan & minta ampun..

    ReplyDelete
  9. kita ni memang terlalu sikit syukurnya =(

    ReplyDelete
  10. Btul tu. Kadang2 kita buat baik pikir nak dibalas baik on the spot olehNYA. Bersebab la katakan. Btul, hari2 padahal ucap hidup matiku kerana Allah. Moga ditingkatkan iman kita semua.

    ReplyDelete

terima kasih atas kunjungan dan komen, sungguh sangat dihargai! kalau ada kesempatan saya akan balas, InsyaAllah

komen baik-baik tau!

Thanks for the visit, appreciate your positive comments!